• Close Menu
  • Home
  • Category
    • Building
    • Cinematic
    • Creative
    • Landscape
    • Nature
    • Technology
    • Vintage
  • Codes
    • CSS
    • ColdFusion
    • Fireworks
    • JavaScript
    • Lasso
    • PHP
    • SQL
    • VBScript
  • Other
    • Sub 1
    • Sub 2
    • Sub 3
    • Sub 4
    • Sub 5
  • Donasi
    • Donasi

Dokter Jantung

Dokter Jantung Terdekat Di Kota Anda

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Dokter Jantung Penyakit Jantung Seluk Beluk Bangun Lebih Pagi, Kurangi Risiko Serangan Jantung

Bangun Lebih Pagi, Kurangi Risiko Serangan Jantung

Bangun Lebih Pagi, Kurangi Risiko Serangan Jantung

Serangan jantung menjadi momok karena tanpa penanganan yang cepat bisa berakibat fatal. Selain gaya hidup sehat, pada orang yang memiliki risiko penyakit jantung disarankan untuk bangun lebih pagi untuk menghindarinya serangan jantung.

Menurut dokter spesialis jantung Taufik Pohan, bangun lebih pagi bisa mengurangi risiko terjadinya serangan jantung. Ini karena serangan jantung umumnya terjadi di pagi hari antara jam 3-9 pagi.

"Menurut irama sirkadian tubuh, jam 3-9 pagi merupakan fase untuk mulai beraktivitas, sehingga kita seharusnya mengikuti irama tersebut, bukannya malah masih tidur," ujarnya pada media, Kamis (8/5/2014) di RS Pondok Indah Jakarta.

Irama sirkadian diketahui merupakan jam biologis tubuh yang berhubungan dengan siklus hormonal. Penelitian menunjukkan, beraktivitas sesuai dengan irama sirkadian memiliki banyak manfaat, termasuk menghindari serangan jantung.

Taufik menjelaskan, pada jam 3-9 pagi, hormon dalam tubuh sudah bersiap untuk menjalani aktivitas sehingga membutuhkan aliran darah yang lebih cepat. Sementara jika seseorang masih tidur pada jam ini, aliran darah masih lambat dan darah cenderung lebih kental.

Akhirnya, terjadilah ketidaksamaan kebutuhan tubuh dengan kondisi tubuh. Ini kemudian yang menimbulkan masalah, misalnya darah yang kental berpotensi menyumbat pembuluh darah sehingga menyebabkan serangan jantung.

"Berbeda saat bangun pagi, jantung berdetak lebih cepat, tekanan darah meningkat, dan aliran darah pun cenderung lancar dan mencegah terjadinya sumbatan," ujarnya.

Di sisi lain, karena perlu bangun lebih pagi, tidur pun perlu lebih awal. Taufik menjelaskan, jam 9 malam tubuh seharusnya telah beristirahat karena sesuai dengan irama sirkadian, saat ini tubuh membutuhkan aliran darah yang lebih lambat. Lagipula tidur lebih awal bisa mencukupi kebutuhan tidur saat harus bangun lebih pagi.
Unknown
Add Comment
Dokter Jantung, Penyakit Jantung, Seluk Beluk
Monday, August 24, 2015
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

Tentang Dr.Jantung

Informasi Dan Kumpulan Artikel Kesehatan terutama yang berhubungan dengan Penyakit Jantung, Alamat Dokter Jantung Terdekat Di Kota Anda dan Berbagai Informasi Kesehatan serta PEngobatan

Related Posts

Weekly Posts

  • Gangguan Irama Jantung Memicu Stroke
    Gangguan Irama Jantung Memicu Stroke
    Gangguan irama jantung jarang dirasakan dan disadari oleh penderita. Padahal gangguan ini merupakan pemicu stroke. Sekitar dua dari lima ...
  • Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
    Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
    Tidur sampai mendengkur bagi sebagian besar orang bukan dianggap sebagai masalah. Dengkuran bahkan dikaitkan dengan tidur yang nyenyak. P...
  • Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?
    Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?
    Tubuh selalu memberi tanda bila ada salah satu organnya dalam kondisi tidak baik. Salah satunya adalah detak jantung yang meningkat, seb...
  • Pecandu Nikotin Bakal Gemuk jika Berhenti Merokok?
    Pecandu Nikotin Bakal Gemuk jika Berhenti Merokok?
    Khawatir berat badan bakal naik setelah berhenti merokok menjadi alasan banyak pecandu rokok untuk tetap meneruskan kebiasaannya. Padahal...
  • Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?
    Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?
    Walaupun iklan rokok terus dibatasi, nyatanya tetap sulit mengurangi jumlah pecandu rokok. Salah satu hal yang diduga membuat produsen ro...
  • Kecil Tak Bahagia, Tua Sakit Jantung
    Kecil Tak Bahagia, Tua Sakit Jantung
    Perilaku emosional pada anak-anak, khususnya anak perempuan, bisa menjadi tanda risiko penyakit jantung mereka di usia dewasa. Anak yang...
  • Masuk Angin Tanda Awal Serangan Jantung? Waspadai, Simak Ini
    Masuk Angin Tanda Awal Serangan Jantung? Waspadai, Simak Ini
    Masuk angin bisa merupakan tanda awal serangan jantung? ahli kesehatan di portal informasi kesehatan, meetdoctor, membenarkan, bisa ja...
  • "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung
    "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung
    Gangguan nafas saat tidur, terutama henti nafas tipe sentral, ternyata dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi kemungkinan seorang pend...
  • Doyan Makan Telur Beresiko Sakit Jantung?
    Doyan Makan Telur Beresiko Sakit Jantung?
    Sehat tidaknya mengonsumsi telur masih menjadi kontroversi. Pendapat terbaru menyebutkan, konsumsi telur secara berlebihan akan meningkat...
  • Anda Perokok dan Bertubuh Gemuk? Waspadai Serangan Jantung
    Anda Perokok dan Bertubuh Gemuk? Waspadai Serangan Jantung
    Para ahli kembali mengingatkan bahaya merokok dan juga kelebihan berat badan atau obesitas untuk kesehatan jantung . Sebuah survei di Ing...

Label

Dokter Jantung Penyakit Jantung Seluk Beluk

Link

  • Jantung Sehat
Copyright © 2014 Dokter Jantung All Right Reserved
Created by Arlina Design | Jantung Sehat