• Close Menu
  • Home
  • Category
    • Building
    • Cinematic
    • Creative
    • Landscape
    • Nature
    • Technology
    • Vintage
  • Codes
    • CSS
    • ColdFusion
    • Fireworks
    • JavaScript
    • Lasso
    • PHP
    • SQL
    • VBScript
  • Other
    • Sub 1
    • Sub 2
    • Sub 3
    • Sub 4
    • Sub 5
  • Donasi
    • Donasi

Dokter Jantung

Dokter Jantung Terdekat Di Kota Anda

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Dokter Jantung Penyakit Jantung Seluk Beluk Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?

Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?

Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?

Tubuh selalu memberi tanda bila ada salah satu organnya dalam kondisi tidak baik. Salah satunya adalah detak jantung yang meningkat, sebagai tanda adanya hambatan dalam pembuluh darah. Hal ini berisiko meningkatkan peluang terjadinya penyakit jantung koroner.

Peningkatan detak jantung saat istirahat ternyata terjadi pada anak-anak di Inggris dalam 30 tahun terakhir. Detak jantung saat istirahat adalah ukuran kesehatan jantung. Peningkatan detak mengindikasikan tekanan darah yang tinggi dan hambatan pada pembuluh arteri pada usia dewasa. Hal ini mengindikasikan risiko anak mengalami sakit jantung di kehidupan mendatang semakin besar.

Detak jantung saat istirahat berada pada tingkat terendah saat jantung memompa sejumlah darah yang diperlukan tubuh. Pengukuran dilakukan saat seseorang duduk atau berbaring, tidak ketika orang tersebut bergerak.

Riset terbaru menemukan, rata-rata peningkatan detak jantung adalah dua detak per menit pada anak usia 9-11 tahun. Peningkatan ini terlihat nyata pada anak laki-laki dibanding perempuan. Peneliti mengatakan, peningkatan detak jantung walau terjadi perlahan patut dikhawatirkan, terutama karena peningkatan detak tidak selalu berhubungan dengan kenaikan berat badan.

Bila peningkatan ini terus terjadi sampai usia dewasa, pada pria, ini akan mengakibatkan kematian karena penyakit jantung. Kondisi ini juga mengakibatkan banyak kasus terjadinya diabetes tipe 2.

Peneliti dalam riset ini berasal dari dua perguruan tinggi di London dan melibatan 23.000 anak usia sekolah berusia 9-11 tahun. Para responden merupakan satu dari lima studi yang dilakukan pada 1980-2008. Menurut laporan jurnal Archives of Disease in Childhood, para peneliti mengukur beberapa kali rata-rata detak jantung respondewn saat istirahat.

Secara keseluruhan, rata-rata detak jantung pada anak perempuan lebih tinggi, yaitu 82,2 detak per menit (bpm), dibanding pada anak laki-laki yang hanya 78,7 bpm. Namun, rata-rata detak terus meningkat pada kedua jenis kelamin sebesar 0,04 bpm tiap tahunnya.

Kenaikan detak jantung pada anak laki-laki meningkat lebih cepat pada pertengahan 1990 sebesar 0,07 bpm, sedangkan pada anak perempuan hanya 0,03 bpm. Dengan kondisi ini, kenaikan detak pada anak laki-laki adalah 2 bpm, sementara pada anak perempuan hanya 1 bpm.

Selama 30 tahun pengamatan, berat badan pada rentang usia 9-11 tahun terus mengalami peningkatan. Peningkatan ini memengaruhi indeks massa tubuh, yang berhubungan dengan tinggi dan berat badan. Peningkatan rata-rata detak jantung kemudian dihubungkan dengan indeks massa tubuh.

Namun, perubahan indeks massa tubuh maupun tinggi badan tidak menjelaskan seutuhnya peningkatan detak jantung saat istirahat. Riset sebelumnya mengatakan, peningkatan detak jantung mungkin berhubungan dengan gaya hidup sedentary pada anak. Gaya hidup ini mengakibatkan anak tidak banyak bergerak, dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan berbagai gadget lainnya.

Menurut pimpinan riset, Dr Leah Li, dari MRC Centre of epidemiology for child health, UCL Institute of Child Health, London, pola hidup sendentary berperan besar dalam peningkatan rata-rata detak jantung saat istirahat. Pola hidup kurang aktif atau sedentari mengakibatkan penurunan aktivitas fisik yang berefek pada memburuknya kesehatan fisik anak.

"Walaupun perlahan, penting untuk terus memantau tren kesehatan ini, terutama pada anak laki-laki. Peningkatan 2 bpm yang terus terjadi sampai dewasa meningkatkan 4 persen risiko kematian akibat penyakit jantung koroner. Selain itu, terjadi juga peningkatan risiko penyakit diabetes pada usia 65 tahun sebesar 2 persen," kata Li.

Untuk menghadapi kondisi ini, anak-anak harus memiliki aktivitas fisik lebih banyak. Peningkatan aktivitas fisik akan berefek positif pada kesehatan dan kardiovaskuler anak. Aktivitas fisik teratur akan menurunkan detak jantung anak ketika beristirahat.

Hal serupa dikatakan Christopher Allen, Senior Cardiac Nurse di British Heart Foundation. Menurutnya, studi ini menggarisbawahi kekhawatiran peningkatan detak jantung anak yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler di masa mendatang.

Detak jantung yang tinggi mengindikasikan rendahnya aktivitas fisik yang dijalani, terlepas dari anak tersebut berbadan ideal, kurus, atau gemuk. "Orangtua, sekolah, dan lingkungan mendorong anak untuk aktif secara fisik. Menolong anak untuk menikmati aktivitas fisik akan melindungi kesehatan dan proses tumbuh kembangnya," kata Allen.

Pentingnya aktivitas fisik untuk menurunkan detak jantung juga didukung hasil riset Denmark di awal tahun ini. Pada riset tersebut, responden yang memiliki detak jantung tinggi saat istirahat berisiko lebih besar meninggal pada usia muda.
Unknown
Add Comment
Dokter Jantung, Penyakit Jantung, Seluk Beluk
Monday, August 24, 2015
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

Tentang Dr.Jantung

Informasi Dan Kumpulan Artikel Kesehatan terutama yang berhubungan dengan Penyakit Jantung, Alamat Dokter Jantung Terdekat Di Kota Anda dan Berbagai Informasi Kesehatan serta PEngobatan

Related Posts

Weekly Posts

  • Gangguan Irama Jantung Memicu Stroke
    Gangguan Irama Jantung Memicu Stroke
    Gangguan irama jantung jarang dirasakan dan disadari oleh penderita. Padahal gangguan ini merupakan pemicu stroke. Sekitar dua dari lima ...
  • Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
    Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
    Tidur sampai mendengkur bagi sebagian besar orang bukan dianggap sebagai masalah. Dengkuran bahkan dikaitkan dengan tidur yang nyenyak. P...
  • Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?
    Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?
    Tubuh selalu memberi tanda bila ada salah satu organnya dalam kondisi tidak baik. Salah satunya adalah detak jantung yang meningkat, seb...
  • Pecandu Nikotin Bakal Gemuk jika Berhenti Merokok?
    Pecandu Nikotin Bakal Gemuk jika Berhenti Merokok?
    Khawatir berat badan bakal naik setelah berhenti merokok menjadi alasan banyak pecandu rokok untuk tetap meneruskan kebiasaannya. Padahal...
  • Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?
    Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?
    Walaupun iklan rokok terus dibatasi, nyatanya tetap sulit mengurangi jumlah pecandu rokok. Salah satu hal yang diduga membuat produsen ro...
  • Kecil Tak Bahagia, Tua Sakit Jantung
    Kecil Tak Bahagia, Tua Sakit Jantung
    Perilaku emosional pada anak-anak, khususnya anak perempuan, bisa menjadi tanda risiko penyakit jantung mereka di usia dewasa. Anak yang...
  • Masuk Angin Tanda Awal Serangan Jantung? Waspadai, Simak Ini
    Masuk Angin Tanda Awal Serangan Jantung? Waspadai, Simak Ini
    Masuk angin bisa merupakan tanda awal serangan jantung? ahli kesehatan di portal informasi kesehatan, meetdoctor, membenarkan, bisa ja...
  • "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung
    "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung
    Gangguan nafas saat tidur, terutama henti nafas tipe sentral, ternyata dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi kemungkinan seorang pend...
  • Doyan Makan Telur Beresiko Sakit Jantung?
    Doyan Makan Telur Beresiko Sakit Jantung?
    Sehat tidaknya mengonsumsi telur masih menjadi kontroversi. Pendapat terbaru menyebutkan, konsumsi telur secara berlebihan akan meningkat...
  • Anda Perokok dan Bertubuh Gemuk? Waspadai Serangan Jantung
    Anda Perokok dan Bertubuh Gemuk? Waspadai Serangan Jantung
    Para ahli kembali mengingatkan bahaya merokok dan juga kelebihan berat badan atau obesitas untuk kesehatan jantung . Sebuah survei di Ing...

Label

Dokter Jantung Penyakit Jantung Seluk Beluk

Link

  • Jantung Sehat
Copyright © 2014 Dokter Jantung All Right Reserved
Created by Arlina Design | Jantung Sehat