• Close Menu
  • Home
  • Category
    • Building
    • Cinematic
    • Creative
    • Landscape
    • Nature
    • Technology
    • Vintage
  • Codes
    • CSS
    • ColdFusion
    • Fireworks
    • JavaScript
    • Lasso
    • PHP
    • SQL
    • VBScript
  • Other
    • Sub 1
    • Sub 2
    • Sub 3
    • Sub 4
    • Sub 5
  • Donasi
    • Donasi

Dokter Jantung

Dokter Jantung Terdekat Di Kota Anda

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Dokter Jantung Penyakit Jantung Seluk Beluk "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung

"Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung

Sleep Apnea Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung

Gangguan nafas saat tidur, terutama henti nafas tipe sentral, ternyata dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi kemungkinan seorang penderita gagal jantung kembali dirawat di rumah sakit atau bahkan mengalami kematian.

Gangguan nafas tidur sangat sering ditemukan pada penderita serangan jantung. Lebih dari 70 persen pasien serangan jantung yang dirawat di rumah sakit juga mengalami sleep apnea. Jumlah yang besar, sayangnya sampai saat ini pemeriksaan dan perawatan gangguan nafas tidur belum dijadikan penanganan rutin dalam perawatan jantung.

Gangguan nafas tidur

Gangguan nafas tidur, sleep disordered breathing, ada dalam banyak bentuk. Yang paling sering ditemui sehari-hari adalah obstructive sleep apnea (OSA) atau yang sehari-hari kita kenal sebagai mendengkur. Bentuk gangguan nafas tidur lainnya adalah central sleep apnea (CSA).

Jika OSA disebabkan oleh sumbatan pada saluran nafas akibat penyempitan saat tidur, hingga walau ada gerakan nafas, pertukaran udara tidak terjadi. Sementara CSA merupakan bentuk gangguan nafas tidur, dimana gerakan nafas hilang.

Penelitian

Penelitian dilakukan oleh sebuah tim dari Ohio State University dengan menganalisa data 1117 pasien serangan jantung yang dirawat di rumah sakit antara 2007-2010. Semuanya dengan fraksi semburan bilik kiri jantung (LVEF) kurang atau sama dengan 45%, dan belum pernah terdiagnosa dengan sleep apnea.

Pasien-pasien ini diperiksakan tidurnya pada malam kedua dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung. Lalu pasien-pasien ini diamati kemungkinan serangan jantung kembali atau bahkan kemungkinan alami kematian.

Hasilnya pasien dengan CSA maupun OSA memiliki risiko lebih tinggi untuk kembali alami serangan jantung setelah tiga atau enam bulan. Bahkan, angka kematian akibat serangan jantung meningkat 2/3 setelah diikuti selama tiga tahun.

Melihat pentingnya gangguan nafas saat tidur terhadap kondisi pasien gangguan jantung, para peneliti menyerukan agar pemriksaan dan perawatan sleep apnea menjadi bagian dalam tata laksana pasien serangan jantung.
Unknown
Add Comment
Dokter Jantung, Penyakit Jantung, Seluk Beluk
Monday, August 24, 2015
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

Tentang Dr.Jantung

Informasi Dan Kumpulan Artikel Kesehatan terutama yang berhubungan dengan Penyakit Jantung, Alamat Dokter Jantung Terdekat Di Kota Anda dan Berbagai Informasi Kesehatan serta PEngobatan

Related Posts

Weekly Posts

  • Gangguan Irama Jantung Memicu Stroke
    Gangguan Irama Jantung Memicu Stroke
    Gangguan irama jantung jarang dirasakan dan disadari oleh penderita. Padahal gangguan ini merupakan pemicu stroke. Sekitar dua dari lima ...
  • Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
    Tidur Mendengkur Memicu Gangguan Jantung
    Tidur sampai mendengkur bagi sebagian besar orang bukan dianggap sebagai masalah. Dengkuran bahkan dikaitkan dengan tidur yang nyenyak. P...
  • Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?
    Anak Sekarang Lebih Gampang Sakit Jantung?
    Tubuh selalu memberi tanda bila ada salah satu organnya dalam kondisi tidak baik. Salah satunya adalah detak jantung yang meningkat, seb...
  • Pecandu Nikotin Bakal Gemuk jika Berhenti Merokok?
    Pecandu Nikotin Bakal Gemuk jika Berhenti Merokok?
    Khawatir berat badan bakal naik setelah berhenti merokok menjadi alasan banyak pecandu rokok untuk tetap meneruskan kebiasaannya. Padahal...
  • Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?
    Mengapa Rokok Mentol Lebih Disukai Perokok Remaja?
    Walaupun iklan rokok terus dibatasi, nyatanya tetap sulit mengurangi jumlah pecandu rokok. Salah satu hal yang diduga membuat produsen ro...
  • Kecil Tak Bahagia, Tua Sakit Jantung
    Kecil Tak Bahagia, Tua Sakit Jantung
    Perilaku emosional pada anak-anak, khususnya anak perempuan, bisa menjadi tanda risiko penyakit jantung mereka di usia dewasa. Anak yang...
  • Masuk Angin Tanda Awal Serangan Jantung? Waspadai, Simak Ini
    Masuk Angin Tanda Awal Serangan Jantung? Waspadai, Simak Ini
    Masuk angin bisa merupakan tanda awal serangan jantung? ahli kesehatan di portal informasi kesehatan, meetdoctor, membenarkan, bisa ja...
  • "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung
    "Sleep Apnea" Perburuk Kondisi Pascaserangan Jantung
    Gangguan nafas saat tidur, terutama henti nafas tipe sentral, ternyata dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi kemungkinan seorang pend...
  • Doyan Makan Telur Beresiko Sakit Jantung?
    Doyan Makan Telur Beresiko Sakit Jantung?
    Sehat tidaknya mengonsumsi telur masih menjadi kontroversi. Pendapat terbaru menyebutkan, konsumsi telur secara berlebihan akan meningkat...
  • Anda Perokok dan Bertubuh Gemuk? Waspadai Serangan Jantung
    Anda Perokok dan Bertubuh Gemuk? Waspadai Serangan Jantung
    Para ahli kembali mengingatkan bahaya merokok dan juga kelebihan berat badan atau obesitas untuk kesehatan jantung . Sebuah survei di Ing...

Label

Dokter Jantung Penyakit Jantung Seluk Beluk

Link

  • Jantung Sehat
Copyright © 2014 Dokter Jantung All Right Reserved
Created by Arlina Design | Jantung Sehat